Dua Warna Waterfall, Sibolangit

Dua Warna Waterfall

Waisak bulan lalu saya menerima beberapa ucapan selamat merayakan hari raya waisak dari teman-teman serta adik saya. Salah satu yang cukup membuat saya jleb adalah ucapan dari teman saya, Vinie. “Penii, happy waisak day. jgn lupa ke vihara”, kalimat terakhir membuat saya jleb karena saat membaca pesan itu bukannya ke vihara, saya malah sedang dalam perjalanan menuju sibolangit bersama beberapa teman.

1. Hari Raya Waisak jatuh di hari Sabtu
2. Bosan dengan rutinitas kantor
3. Sangat bosan dengan tugas-tugas kampus
4. Belum pernah tracking
5. Belum pernah lihat air terjun

Itulah alasan-alasan saya mengajukan diri ikut dengan teman saya ke Air Terjun Dua Warna di daerah Sibolangit. Kesempatan libur di hari Sabtu tentunya harus saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Dinamakan Dua Warna karena warna biru pada air terjun dan warna putih keabu-abuan pada air dibawah air terjun.  Warna putih keabu-abuan ini dikarenakan adanya kandungan fosfor dan belerang dari Gunung Sibayak. Untuk menuju ke Dua Warna sendiri kalau dari Medan harus menempuh waktu kurang lebih 1-2 jam menuju Perkemahan Pramuka Sibolangit, kemudian dilanjutkan tracking 2-3 jam menuju lokasi air terjun.

Dua Warna Waterfall
Aliran air yang berwarna putih keabu-abuan

Untuk menuju air terjun dibilang susah sekali sih tidak juga, tapi untuk yang jarang olah raga seperti saya, susahnya ini pake “banget”. Jalan menuju dua warna sendiri sudah ada jalurnya, hanya saja pada pertengahan jalan akan ada persimpangan yang akan membingungkan turis sehingga disarankan untuk memakai jasa guide. Saya sendiri sewaktu kesana menggunakan jasa guide. Paket untuk 1-8 orang seharga Rp. 200.000 dan untuk diatas 8 orang akan dikenakan biaya Rp. 22.500 per orang, harga yang seharusnya tidak mahal. Lagipula, dengan adanya guide kita sangat terbantu loh, lumayan ada yang bantuin megangin tangan, cocok banget buat yang jomblo. Oops.

Kalau ada teman-teman yang ingin camping di Dua Warna juga bisa, sewaktu saya kesana saya melihat beberapa tenda yang dipasang di depan air terjun. Melihat air terjun begitu bangun tidur itu harusnya sesuatu banget, tentunya harga yang ditawarkan berbeda dengan yang saya sebutkan di awal.

Dua Warna WaterfallOverall, air terjun ini cantik koq, hanya saja kalau diminta kesana lagi, saya rasa saya akan pikir-pikir lagi, mungkin kalau sudah terdapat jalur yang lebih baik. Akar-akar pohon yang cukup besar dan berjumlah sangat banyak membuat telapak kaki saya cukup memberontak. Saya nyaris tidak pernah melihat ke atas dan hanya memperhatikan tanah saja, takut tersandung akar-akar pohon yang berseliweran. Tidak jarang juga saya melihat bangkai selama melewati hutan. Yeah, bangkai. Bangkai sepatu. Rombongan saya sendiri ntah berapa orang yang harus merelakan sepatu / sendalnya dan bertelanjang kaki. Akhir kalimat, tracking menuju Air Terjun Dua Warna ini memberikan saya pengalaman yang luar biasa dan luar binasa.

Bagian yang paling saya benci, kenapa di foto ini kelihatannya mudah sekali??

Apa saya bilang, akar-akar pohonnya berseliweran kan?
Apa saya bilang, akar-akar pohonnya berseliweran kan?

Dua Warna Waterfall

Dua Warna Waterfall

Dua Warna Waterfall~~~

CP Guide: Dwi Kribo
Photos credit to: Lesli

Advertisements

One thought on “Dua Warna Waterfall, Sibolangit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s