Selama di Medan…. (Part 1)

Episode 1 : SMS-an sama papa

Dari Mei 2010, saya sudah mendekam di Medan.
Ngapain Venn?
Kuliah bro.
Koq gak kuliah di Jakarta aja yang lebih ok universitasnya Venn? 
Mahal bro.
Koq gak ambil PTN aja Venn?
Gak mau bro.

Tadinya malah saya hampir gak kuliah, soalnya mikirin adik-adik dibawah saya yang masih butuh sekolah plus makan. Keluarga saya bukan keluarga yang berada jadi puluhan juta untuk pendidikan itu bukan angka yang kecil buat kami. Kebetulan ada kerabat di Medan yang menawarkan untuk kuliah di Medan. Meskipun title tempat kuliah saya cuma sekolah tinggi, pun bukan yang tempat yang sangat baik untuk menuntut ilmu, tapi semua kan back to the person. Kalau memang punya niat belajar pasti ngerti juga kan?

Selama di Medan, sampai saat ini baru 1 kali ke Jakarta liat mama, papa, adik dan teman-teman lama. Itupun setelah 2 tahun di Medan. Karena selama di Medan saya kuliah sambil kerja, jadi agak berasa susahnya mencari uang. Tiket pesawat Medan – Jakarta sekalipun promo bukan jadi pilihan yang baik untuk saya, kenapa? Soalnya titipan dari saudara itu banyaknya bukan main, nitipnya nggak pake duit pulak! Jadilah saya jarang-jarang ketemu orang tua.

Karena jarang ketemu, media untuk melepas rindu cuma SMS, Telepon, Medsoc. Kebetulan beberapa waktu yang lalu, percakapan saya dan papa yang menyebalkan sempat saya upload ke medsoc, malah banyak yang mengetawakan. Saya jadi lihat-lihat dan mengingat-ingat percakapan saya dengan beberapa orang supaya bisa dijadikan bahan di blog.

1. Isiin papa pulsa
Papa saya terkenal pelitnya, jadi saya agak kaget waktu dibilang mau dikasih angpau gede, dan ternyata kekagetan saya cukup beralasan kan?
SC20131017-073518

2. Kalau kirimnya dikit gak usah
Tau gak, saya kira saya benar-benar akan dikirimi uang sama papa saya, ternyata pertanyaan soal nomor rekening itu hanya untuk database semata. hiks.
Kali ini anaknya yang kampreto

3. Caring
Aku kangen SMS seperti ini, hiks. Dulu biasanya kalau keluar bareng temen, pasti diSMS seperti ini. Tapi, anak macam apa ini? diSMS papanya 3 kali, balasnya cuma 1 kali, itupun cuma kata “okeee”!
Caring

4. Hutang sama papa
Seingat saya, saya cuma pernah pinjam uang sama si papa Rp. 850.000 aja, tiba-tiba hutang saya beranak pinak begini. Pas saya tanya sama si papa, ternyata waktu ke Medan si papa kan bawa sepeda motor yang saya gunakan sehari-hari ke bengkel, waktu itu cukup senang karena biaya service 1 bulan ditanggung sama papa, ternyata sama si papa dimasukin ke buku hutang. huaaaaaaaaaa…
SC20131019-222105

5. Si Papa kangen aku…
SC20131019-222234

Jangan kira saya cuma dekat sama papa saya ya. Saya juga dekat sama mama saya koq, tapi mama saya tidak memegang telepon genggam daaaannn yang kita bicarakan biasanya gosip-gosip saudara gitu, hehehe.

Advertisements

2 thoughts on “Selama di Medan…. (Part 1)

  1. hahaha kayak sms-an ama temen ven 🙂 aku ama bokap jarang ngobrol kayak gini, kita kalo ngomong pasti serius banget hehehehe. kalo ama nyokap jg jarang sms-an biasanya pasti telp, abis kalo sms gitu aku yang males

    1. Papaku orgnya mood2an kak, kalau lagi stress ya gak bisa bercanda2 juga sama dia. kalau sama mama biasanya topik2 serius (baca: gosip) tetep ada bercandanya tp kuantitasnya kurang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s