Selama di Medan…. (Part 3)

Episode 3 : Saya kuliah sambil kerja

Awalnya niat saya ke Medan ini kan buat kuliah, eh pas sudah di Medan, sebelum kuliah kata tante saya, di Medan mahasiswa itu kuliah sambil kerja. Saya sih mikirnya sounds good banget, soalnya kan lumayan bisa dapat uang.

Mulailah saya cari lowongan-lowongan di koran lokal. Pas baca lowongannya, yang saya penuhi kriterianya (Chinese, tamatan SMA) koq mengharuskan bahasa hokkien. Ini fenomena yang khas Medan banget. Sewaktu saya baru sampai di Medan, saya juga dibuat terkaget-kaget dengan penggunaan bahasa hokkien yang benar-benar jadi bahasa sehari-hari. Di keluarga saya sendiri, sebenarnya mama dan papa saya menguasai bahasa hokkien. Saya dan adik kedua saya malah lahir di Medan, tapi penggunaan bahasa hokkien kita sedikiitt banget pas di rumah. Paling-paling buat nyuruh mandi, nyuruh nyapu rumah sama nyuruh masak nasi. Kalau udah kalimat-kalimat panjang biasanya kita pakai bahasa indonesia. Di rumah saya orang yang bisa bahasa hokkien cuma mama, papa dan saya, itupun kalau saya masuk hitungan. Soalnya nada saya pas ngomong itu lari sana sini, yang denger itu malah ketawa. Jadinya, pas cari kerja itu saya nekat, tetap masukkan lamaran meskipun gak jago bahasa hokkien. Pas dipanggil dan interview, saya ngomongnya jadi irit biar tidak diketawain. Saya pernah diinterview di salah satu tempat, waktu itu saya sudah hampir deal kerja disana, eh si pemilik minta ijazah, KK dan surat lahir. Heran, mau buat sensus Bu? Saya gak jadi masuk deh.

Kalau kerja sama chinese medan, biasanya pelit. Pantesan mereka kaya-kaya. Jadi bosnya mau mempekerjakan karyawan dengan gaji kecil, si calon karyawan mau dipekerjakan dengan gaji besar, jadinya si bos nyari karyawan terus, si pengangguran cari kerja terus. Bye! Tapi tidak semua tempat kerja seperti ini sih, kalau sudah perusahaan besar sih tetap kasih honor yang masuk akal dan sesuai UMR koq.

Saya sampai sekarang baru bekerja di 2 kantor, yang pertama perusahaan distribusi Security System seperti CCTV. Yang kedua di tempat saya bekerja saat ini. Yah, gaji sih memang ada peningkatan,tapi ya pas-pasan mulu. Namanya juga manusia, gak pernah cukup. Saya sih sering iri sama teman yang bekerja dengan honor yang lebih baik, tapi kalau dipikir-pikir gak masalah juga saya digaji kecil, cukup-cukup aja. Kalaupun gak cukup saya mikirnya ini cara Tuhan biar saya gak boros, soalnya saya orangnya boros, huehehehehe. Kebetulan di kantor saya ini sering keluar masuk karyawan, positifnya saya jadi kenal banyak orang deh. Tapi kalau kuliah sambil kerja, ya Tuhannnn, susahnya… saya sampai pernah berniat berhenti kuliah. Soalnya pagi kerja, pulang kerja langsung kuliah, sampai rumah jam 9 malam, mau kerjakan tugas kuliah, sudah pegal sana sini, pas di kantor jadi nyolong-nyolong waktu kerjakan tugas kuliah, kerjaan jadi lama selesai, belum lagi kalau ujian. Ah, gak recommended, tapi saya sudah keenakan pegang uang, gimana dong, I can’t stop it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s