Selama di Medan…. (Part 4)

Episode 4 : Saya makan

Ini patut dibanggakan atau tidak yah? huehehehe, yang pasti saya tambah gemuk selama di Medan, saya sampai muak sendiri kalau ada teman yang lihat foto saya di jejaring sosial dan bilang “Venny… makin chubby” atau “Venny, kamu makin gemuk aja”, huh.
Tapi bagaimana saya tidak tambah gemuk kalau makanannya seperti begini:

1.Martabak Piring (halal)

Biasanya kalau mau beli martabak piring, saya ke jalan selat panjang. Martabak piring paling enak di Medan punya cabang di persimpangan jalan selat panjang, namanya Martabak Piring Murni.

2. Seafood (halal)

Yang jual seafood di Medan cukup banyak sih, biasanya saya dan keluarga sih ke Rasa Seafood, Waringin, lembur kuring atau di Marco Seafood.

3. Mie Ayam (halal), Mie Pangsit (non-halal), Mie Hokkien (non-halal)

Kalau mau makan Mie, biasanya saya dan keluarga ke Mie Tiong sim di Paladium, Mie Ayam Waringin, Hokkien Mie di jalan selat panjang, kadang-kadang kita juga makan hokkien mie di jalan sumatra atau di cemara asri, atau makan mie pangsit di jalan jemadi. Oh iya, satu lagi, Golden Yen!

4. Popia (non-halal)

WOHOOOO!!! Popia ini kaya lumpia tapi ada banyak isinya, sayur daging dan lain-lain, dan popia paling enak itu popia di jalan Yoserizal, Medan!

5. Nasi padang / Nasi Minang (halal)

Kata tanteku, nasi padang di Jakarta gak enak, eh setelah coba yang di Medan, bener banget, yang di jakarta kebanting. Kalau dibungkus bawa pulang pun, tetap enak loh. Kalau ada yang punya tempat makan nasi padang di jakarta yang recommended, kasih tau dong. Btw, biasanya di rumah kita makan nasi padang itu kalau hari minggu siang dan malas keluar rumah, jadi kita beli nasi padang di rumah makan dekat rumah dan udah maknyos banget, namanya rumah makan pondok gurih.

6. Mie Sop (halal)

Mie sop ini kalau saya terjemahkan sih sama dengan bakso, cuma ada suwiran daging ayam lagi di dalamnya.

7. Dimsum (halal)

Xiao Long bao, bola udang goreng, le hong kien, pangsit goreng mayonaise, slurp. Buat dimsum yang paling enak menurut saya yang ada di jalan babura, wohooo! enaknya pake banget.

8. Pek Cam Ke, Nasi Ayam Hainan & Bubur (halal)

Pek Cam Ke itu ayam (ke) yang dikukus, jadi warna ayamnya jadi putih (pek) dan disajikan dengan dipotong-potong (cam), tidak utuh. Di Medan saya sebenarnya tidak pernah makan pek cam ke, soalnya kebetulan yang pergi makan bareng saya itu tidak suka pek cam ke dan atau tidak ada uang yang cukup buat (bayarin saya ) makan pek cam ke. Nasi ayam kalau di Medan sih cukup bertaburan, enaknya di restoran golden yen. Kalau bubur, saya ogah makannya, mahal bro! berasnya pakai beras emas, bayangin aja bubur doang polos kaya gambar yang saya kasih ini 15.000, ikhlas? saya sih nggak.

Duh, saya jadi lapar lagi, padahal baru selesai makan. Ini saya sudah terngences-ngences pas cari-cari gambarnya. Tapi, makanan di Medan tidak cuma ini saja, pancake durian, saksang, chasio, restoran korea juga lumayan banyak, nongkrong sambil minum kopi? Banyak! Belum lagi sate padang, soto medan, es campur, sangwo, laksa, tau kua hechi, duh udah deh, saya nyerah, nyerah banget.

Buat yang mau jalan-jalan ke Medan, bisa kali hubungi saya saja, nanti saya ajak wisata kuliner, cukup bayar dengan makanannya saja.  Kata teman saya, kalau mau tahu makanan di Medan enak atau tidak, lihat saja ada tidak customernya yang chinese. Oh iya, gambar-gambarnya saya ambil dari makanmana dan kalau mau berkunjung ke websitenya monggo diklik http://www.makanmana.net banyak review-review yang bikin ngences juga disana, lengkap dengan informasi rumah makan dan harganya.

Advertisements

6 thoughts on “Selama di Medan…. (Part 4)

    1. itu non-halal loh, gpp kah? tapi ada yang jual halal juga sih, cuma ya isinya sayur semua. 11-12 sama lumpia, tapi isinya bengkoang gitu. Kalau sempat ke rasa seafood aja.. buat ukuran seafood, termasuk murah juga..

      1. oh gak halal ya, yah gpp deh makan yang sayuran aja 🙂

        rasa seafood sama nasi padang pondok gurih itu dimana ya Ven?
        mba juga penasaran sama ayam tangkap tapi di jl sena, kejauhan dari rumah. yang diajak makan entar esmoni duluan hehe

      2. rasa seafood di cemara asri, nasi padang pondok gurih di jl. brigjend katamso dekat kantor waspada. kalau ke pondok gurih, aku saranin jangan pas jam makan siang teng, rame bangeeett. Biasanya aku kesana jam makan siang, jadinya ngantri minimal 45 menit sampai 1 jam kalau mau bungkus bawa pulang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s