Cerita Cinta Bocah Sabang

“Kakak namanya siapa? Darimana?”
“Nama kita Andra.”
“Kakak di Sabang menginap di mana?”
“Kakak agamanya apa?”
“Kakak sudah punya pacar?”

“Kita sudah punya pacar.”
“Namanya Adrian, dia orang jawa.”
“Dulu kita sama ibu kita dan ayah kita ke jawa, terus kita ketemu dan main sama Adrian. Pas kita main-main, Adrian mendekati kita. Waktu itu kita menghindar dari Adrian, kita takut sama ayah kita. Ayah kita galak, ayah kita tentara. Kita kasih tau ke Adrian kalau tidak boleh dekat-dekat, nanti ayah kita marah, tapi Adrian tetap mencari kita, kita sama Adrian sering ketemu diam-diam di belakang ayah kita. Jadinya kita pacaran deh. Ibu kita tau kalau kita pacaran. Ibu kita tidak melarang. Kita sama Adrian cuma pernah ketemu  satu kali saja. Waktu ke Jawa, kita masih kelas 4 SD.”

“Nama kita Debi.”
“Pacar kita orang Medan, namanya Fauzan.”
“Ibu kita orang Medan, Ibu kita pernah ajak kita ke Medan. Di Medan kita kenal sama fauzan.”
“Kita pacaran baru 1 bulan.”
“Fauzan bilang ‘Debi, aku suka kamu. Kamu mau jadi pacar aku tidak?’ terus aku diam, aku bilang ‘iya.’”
“Ibu kita izinkan kita pacaran.”
“Kita sama Andra dan Putri pernah ciptakan lagu.”
“Judulnya ‘Cinta Mengajari untuk Bahagia’”

Coba bayangkan, saya dan dua teman saya dari Medan, jomblo semua, diceritain soal kisah jatuh cinta sama LDRnya anak kelas 6 SD.

Saya sampai tidak bisa berkata apa-apa, jleb banget. Mereka menciptakan lagu pula, dan judulnya… JUDULNYAAAA… Judulnya kelewatan banget. Cinta mengajari untuk bahagia? Saya yang tidak mengerti apa itu cinta, saya yang hanya menikmati sajian cerita cinta lewat drama-drama korea, saya yang saat itu mendengarkan kisah cinta anak kelas 6 SD… kalah… sama anak kelas 6 SD… Saya kalah.

Tidak, tidak, saya tidak kalah. Adik-adik itu yang kelewatan, belum masanya pacaran sudah pacaran, LDR pula. Ntah bagaimana  orang tuanya mendidik anak-anak itu, kelas 6 SD? Umur 11 tahun? Pacaran? LDR? Helooooo…

OK, saya malah menyalahkan orang tuanya.

Advertisements

2 thoughts on “Cerita Cinta Bocah Sabang

  1. ahahahaha.. aigomonina.. jangan jealous ven. *pasti venny bilang : “siapa yg jealous ci?!!”
    sabar aja.. Tuhan sudah mempersiapkan yang terbaik buat lo. tinggal lo nya aja udah jadi yang terbaik belum buat yang sudah disiapkan oleh Tuhan. wakakakakak. Gaya gue ajarin elo. sendirinya aja masih jomblo. iya sih, i’m not the best for the man that ald be prepared for me, YET.:D:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s