Selama di Medan…. (Part 5)

Episode 5 : Ngenes.

Ehem, “cinta” itu apa ya?

Seumur-umur saya yang namanya suka lawan jenis cuma suka lihat doang deh. oke deh ngaku, dulu saya tergila-gila sama artis korea sampe menjerit-jerit dan nangis-nangis gara-gara artis itu, tapi sekarang benar-benar cuma suka lihat cowok keren terus ngegosip bareng teman, “eh yang di belakang pakai baju merah cakep ya?”.

Dulu papa saya paling melarang soal pacaran dan segala sesuatu yang berbau kecantikan, katanya “kalau berani pacaran papa botakin”. Bahkan dulu waktu SMP dan mulai centil pakai parfum, papa suruh mandi lagi dan gak boleh pakai parfum. Kalau sisiran terlalu lama dibilang “Venny, kalau kamu sisir lebih lama lagi, rambut kamu bisa keriting kaya rambut orang papua.”. Kalau mandi terlalu lama diteriakin “VENNYYY… AIR DI BAK GAK USAH DIHITUNG ADA BERAPA TETES, YANG MAU MANDI GAK CUMA KAMU”. Kalau beli lotion selalu yang non-parfume, biar gak dikira pakai parfum sama papa. Mama juga gak pernah beliin aku celana pendek atau baju tanpa lengan kecuali tank-top untuk baju yang tembus pandang. Aku benar-benar anak yang poloooosssssssss.

Polos sampai suatu hari (alias hari ini) adikku yang paling kecil yang baru kelas 2 SMP buat status di facebook yang menurut saya wow banget.

You see, I love you and I don’t want to lose you because my life has been better since the day I found you.

Seingat saya bahasa inggris adik saya tidak begitu bagus, dari mana dia mendapatkan kata-kata seperti ini?

Cinta tak hanya sekedar kata. Cinta harus ditunjukkan dalam tindakan nyata, karena cinta butuh sesuatu yang bisa dipercaya.

Yang ini “WOW” karena saya bahkan belum pernah mencoba mengeja “C-I-N-T-A” tapi adik saya sudah mendeskripsikan cinta dengan sebegitunya.

~Aku menghitung gerimis bkn krn menjumlah rindu, hanya sekedar mengigngat segala kesia-siaan yg pernah jatuh dari mataku ~

Hmm, ini lirik lagu ya?

Yang namanya sayang, apapun alasannya, nggak akan tega bikin nangis. apalagi ninggalin.

Oh, aku juga udah pernah nangis juga gara-gara (artis) cowok. Yang ini gak apa deh.

Gak ngerti sama perasaan sendiri. Intinya: Kangen kamu yang dulu.

…. -_______-

Andaikan otakku seperti memori hp,aku akan delete semua kenangan pahit dan akan selalu aku simpan kenangan manis tentang kita :’)

Saya sudah gak bisa berkata-kata.

Dimanapun kamu berada, aku akan setia merindumu disini..

ahh… saya di Medan sibuk merindukan mama, papa sama adik-adik saya, eh adik saya malah rindu orang lain T_T

Makin scroll ke bawah statusnya bikin saya makin ngenes. Saya jadi ingat kisah adik saya yang kedua yang hubungannya gak direstui papa dan mama saya, dia nangis-nangis terus selama berhari-hari. Jleb-nya nggak lama kemudian cowok yang ditangisi adik saya bonceng cewek lain. Adik saya yang melihat hal tersebut dengan mata kepalanya sendiri langsung memalingkan wajahnya dan berpura-pura tidak melihat hal yang menusuk hatinya tersebut. oh my god.

“Love, maybe something that make your cheek and your eyes become red.” — Deskripsi cinta dari saya berdasarkan pengalaman adik-adik saya.

Advertisements

4 thoughts on “Selama di Medan…. (Part 5)

  1. hahahaha…. anak jaman sekarang cihuy-cihuy ya soal cinta 🙂
    anw, orang Medan ya? boru batak kah? Aq br siregar 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s