Mengurus Visa Korea Selatan

Rencana ke Korea sebenarnya sudah ada sejak akhir tahun 2011. Saya ingat banget awal tahun 2012 saya dan teman-teman saya sibuk cari cara menabung supaya bisa sama-sama ke Korea. Waktu itu kita nabung bareng-bareng dengan sisihkan Rp. 200.000 per bulan untuk disimpan sampai kita ke Korea.

Setelah nabung bertahun-tahun dan hunting tiket promo, akhirnya kami beli tiket Airasia pas promo dengan harga yang gak promo sama sekali. Karena belum pernah merasakan musim gugur, dan musim salju terlalu ekstrim buat kami, akhirnya kami pilih tanggal 31 Okt 2015 dan kembali ke Indonesia tanggal 7 Nov 2015.

Soal visa, ntah kenapa saya dan teman saya pede banget buat urus langsung ke kedutaan tanpa lewat travel padahal waktu itu kerjaan sedang numpuk-numpuknya. Mengurus visa benar-benar pengalaman baru buat saya dan teman-teman saya. Belum lagi karena posisi teman saya yang ada di Medan, yang akhirnya saya wakilkan untuk memasukkan dokumen-dokumennya. Untungnya gak masalah sewaktu memasukkan dokumen. Kalau dokumen-dokumen sudah dimasukkan dan mau mengecek status Visa Korea, bisa klik ke link ini, caranya:

  1. Klik kata English pada bagian kanan atas halaman website
  2. Pilih Check Application Status
  3. Kemudian pilih Check Application Status & Print
  4. Untuk Type of Applications, Pilih Diplomatic Office
  5. Pilih Passport No.
  6. Masukan nomor passport
  7. Masukkan nama sesuai passport, ingat ketik dulu last namenya baru first name
  8. Masukkan tanggal lahir
  9. Klik tombol Search

Berdasarkan pengalaman saya, sepertinya kalau apply via travel agent tidak bisa dicek ke website ini (CMIIW), soalnya teman saya yang apply via travel sewaktu mau mengecek status visanya, malah tidak ada data yang ditampilkan. Teman saya yang dokumennya dititipkan ke saya juga tidak ada datanya di website.

Setelah menunggu 5 hari kerja, tanggal 16 Okt saya coba cek ke websitenya, status visa saya belum ada perubahan sama sekali. Akhirnya teman saya coba telepon ke kedutaan, kami diminta telepon lagi ke kedutaan jam 2 siang. Jam 2 kami telepon lagi, katanya jam 3 dan minta telepon lagi jam 4. Setengah 4 kami telepon lagi, visa saya ternyata sudah diapprove, tapi punya teman saya masih diproses. Jam 4 lewat kami telepon lagi ke kedutaan, masih belum ada perkembangan juga. Akhirnya kami coba telepon lagi pada hari Senin siang, dan teman saya malah diminta interview dan menunjukkan beberapa dokumen asli milik teman saya.

Kami galau beberapa saat karena tiket dari Medan ke Jakarta bukan hitungan 100-300 ribu, tapi diatas 1 juta pulang pergi, itu pun tidak ada jaminan visa teman saya bisa diapprove. Kami pikirkan segala cara dan browsing sana sini, akhirnya kami coba berikan dokumen yang diminta kedutaan tapi teman saya tidak ke Jakarta. Saya minta teman saya membuat surat keterangan berhalangan hadir ke kedutaan untuk dikirimkan bersamaan dengan dokumen asli yang diminta kedutaan.

Tanggal 26 Okt pagi-pagi, saya minta bantuan adik saya untuk membawa dokumen teman saya ke kedutaan sekalian mengambilkan passpor saya yang visanya sudah diapprove. Sewaktu searching, saya baca-baca kalau diminta interview, biasanya hanya diminta menunjukkan dokumen saja, meskipun ada kemungkinan juga kalau orang yang diminta interview bakal ditanya langsung oleh konsuler. Kami benar-benar hopeless dan pasrah ketika memakai cara ini, soalnya kalau teman saya harus diwawancara langsung, sudah pasti tidak bisa dan visa teman saya pasti ditolak. Nah, kalau diminta tinggal dulu dokumennya, waktu sudah mepet sekali dan tidak mungkin adik saya bolak balik ke kedutaan yang bikin habis waktu, habis uang dan tua di jalan. Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya kami dapat kabar kalau visa teman saya sudah diapprove.

Yay! Akhirnya jadi juga rencana kami ke Korea.

Dokumen yang saya serahkan ke kedutaan untuk apply visa:

  1. Formulir aplikasi visa yang bisa didownload di link ini. Pastikan yang didownload dokumen yang terupdate ya.
  2. Pas foto 3,5 X 4,5 dengan latar belakang putih, ditempel langsung di formulir
  3. Passport asli
  4. Fotocopy passport pada halaman identitas dan halaman yang terdapat cap
  5. Fotocopy KTP di kertas ukuran A4, ingat ya bukan fotocopy ukuran A4, cuma dicopy tapi jangan dipotong saja kertasnya (Sama halnya dengan fotocopy passpor, jangan dipotong kertasnya)
  6. Fotocopy akte lahir
  7. Fotocopy kartu keluarga
  8. Surat sponsor dari kantor tempat bekerja
  9. Slip gaji 3 bulan terakhir
  10. Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir (Nominal terakhir di tabungan saya ada 8 jutaan yang mana cuma gaji terakhir, uang apply visa 2 teman saya dan uang titipan adik saya yang baru masuk sekitar tanggal 3 Okt, bulan Juli sampai September saldo saya seperti datang bulan, paling lama 1 minggu saja, langsung habis :D)
  11. Surat referensi bank (saya coret karena tadinya mau saya lampirkan juga, tetapi malah dipersulit oleh bank cabang saya membuka rekening katanya nominal minimal 100 juta, saya coba ke cabang lain juga katanya minimal tabungan 25 juta, yaudah saya gak pake surat referensi)

Dokumen milik teman saya yang dibawa oleh adik saya ke kedutaan:

  1. SPT
  2. Ijazah terakhir
  3. Buku tabungan asli
  4. Rekening koran kartu kredit selama 3 bulan terakhir
  5. Surat keterangan tidak bisa menghadiri interview
  6. Surat keterangan dari kantor teman saya yang isinya tidak memperbolehkan teman saya untuk izin ke Jakarta untuk menghadiri interview

Semoga membantu 😉

Advertisements

2 thoughts on “Mengurus Visa Korea Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s