Mengurus Visa Korea Selatan Part 2

Sebelumnya saya sudah post tentang pengalaman saya mengurus visa Korea Selatan. Kali ini, saya mau post lagi tentang mengurus visa yang sama, tapi dengan minta bantuan travel.

Ceritanya, saya rencananya berangkat ke Seoul barengan dengan 2 temen saya. Dua-duanya rencananya saya wakilkan waktu memasukkan dokumen. Saya sudah infokan kapan saya akan izin dari kantor untuk mengurus visa dan meminta teman saya untuk kirimkan dokumen-dokumen mereka ke alamat saya.

Tanggal 6 sore waktu saya sedang otw pulang ke rumah, mendadak saya baru ingat kalau dokumen salah satu teman saya belum saya terima sama sekali. Saya line teman saya dan dia bilang kalau dia benar-benar sudah kirim dokumennya dengan JNE YES yang kemungkinan karena kabut asap jadi delay pengirimannya.

Setelah diskusi, akhirnya kami putuskan dokumen teman saya yang tertinggal ini akan saya kasih ke travel saja untuk pengurusan visanya. Tanggal 7 Okt saya tetap berangkat dan begitu selesai memasukkan dokumen dan ke kantor, dokumen teman saya sudah dengan manisnya ada di atas meja kerja saya.

Hari itu juga sehabis pulang kantor saya langsung ke travel untuk langsung masukkan dokumen teman saya. Menurut travelnya, dokumen teman saya ini lemah banget. Jadi mereka minta dokumen tambahan seperti SPT dan rekening koran tabungan yang lain. Karena tidak punya SPT, akhirnya teman saya mengirimkan surat keterangan dari kantor bahwa teman saya belum punya SPT saat ini.

Perkiraan kami, paling lambat tanggal 12 Okt harusnya travelnya sudah submit dokumen ke kedutaan dan tanggal 21 harusnya teman saya sudah bisa mendapatkan kabar. Teman saya akhirnya coba telepon ke travel untuk menanyakan nomor aplikasinya karena kalau mau follow up kedutaan, kita harus menyebutkan nomor aplikasi visa.

Setelah bicara dengan pihak travel, ternyata mereka bilang harus cek dulu nomor aplikasinya dan tidak bisa diinfokan segera. Agak aneh, karena nomor aplikasi itu sederhana sekali harusnya dalam waktu 30 menit pihak travel bisa langsung infokan ke teman saya. Nyatanya sampai 2 hari, teman saya belum dapat kabar sama sekali dari travel tersebut.

Setelah perang urat, akhirnya pihak travel menyerah dan menginfokan nomor aplikasinya ke teman saya. Tanpa menunggu lagi, teman saya langsung cek ke kedutaan dan tadaaaaaa!

Petugas (P): Visanya masih diproses pak.

Teman Saya (TS): Koq lama ya pak, kan saya sudah submit dari tanggal 12.

(P): Nggak koq pak, dokumennya baru dimasukkan tanggal 22, jadi baru dapat kabar tanggal 29. Ditunggu ya pak

Seperti tersambar petir ya? Iya dong! Kami berangkat tanggal 31 Oktober dan berani-beraninya pihak travel submit ke kedutaan tanggal 22 Oktober, padahal teman saya sudah kirimkan dokumen yang diminta pada tanggal 8 Oktober. Sewaktu dikonfirmasi, pihak travel bilang kalau dokumen teman saya terlalu lemah jadi disubmit bersamaan dengan rombongan tour, jadilah teman saya gundah gulana sampai tanggal 29 Oktober.

Tanggal 29 Oktobernya, teman saya update terus menerus ke pihak kedutaan dan travel. Telepon berkali-kali ke kedutaan dan pihak kedutaan cuma bisa bilang masih diproses. Paling hebatnya lagi, jam 16.30 an teman saya follow up lagi, baru diinfokan kalau teman saya harus diinterview. Sesuatu ya? Banget!

Lagi-lagi kami dipaksa merasakan lagi degdegan yang sudah hampir sirna itu. Kami buru-buru cari cara dan pastikan teman saya ini masih berniat untuk pergi. Jadi kami coba kirimkan dokumen asli yang diminta kedutaan seperti yang dikirimkan teman saya yang lain, dengan harapan visa bisa kami dapatkan paling lambat tanggal 30. Berhubung waktunya sudah sangat mepet, Teman saya langsung bergegas ke Kuala Namu untuk mengurus pengiriman via kargo, kalau mengingat uang yang harus dirogoh teman saya, beneran deh saya kasihan banget. Saya sampai gak berani buat membujuk dia tetap ikut ke Korea. Jarak Kuala Namu yang jauh ditambah pengiriman by air yang tidak murah sama sekali, sangat cukup untuk menghalangi niat saya untuk membujuk teman saya tetap berusaha mengirimkan dokumennya.

Setelah mondar mandir, keliling-keliling, gundah gulana yang berlangsung cukup lama, makan tidak tenang, tidur tidak lelap, besoknya pihak travel update ke teman saya kalau mereka sedang di kedutaan dan menunggu kabar dari kedutaan. Tunggu punya tunggu, kabar yang diterima teman saya setelah mengeluarkan uang yang cukup untuk beli tiket one way ke Jakarta ternyata malah ditolak.

Kami sama sekali gak tau kenapa ditolak karena kedutaan sama sekali gak mau menginfokan ke kami. Teman saya akhirnya hanya bisa pasrah karena dia pun sudah berusaha semaksimal mungkin.

*Cerita diatas sudah melewati proses penyaringan yang dikarenakan penulis cukup lelah mengetik juga sama sekali belum menggambarkan perasaan teman penulis yang mengalami hal diatas.

Advertisements

2 thoughts on “Mengurus Visa Korea Selatan Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s